Sebagaimana beberapa
prediksi yang pernah muncul dalam perbincangan publik bahwasannya di suatu
waktu, alam akan mempertunjukkan kepada seluruh mahluk di bhumi khususnya lagi
kepada manusia tentang betapa parahnya kondisi ibu bhumi yang telah menopang
kehidupan seluruh jagat raya ini yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri
yang dengan sengaja maupun tidak telah membebani bhumi dengan kegiatannya yang
melanggar Dharma atau kebenaran sejati.
Maka demikianlah,
berbagai ramalan akhirnya dimunculkan menyusul terjadinya berbagai bencana alam
seperti angin topan, badai salju, gunung meletus, gempa, tsunami,dll yang mana
hal demikian menjadi salah satu pertanda akan datangnya hari kiamat seperti
yang disuratkan dalam berbagai kitab suci agama. Namun benarkah hari kiamat itu
ada ? jawaban yang bisa saya berikan adalah “Ya!” karena hampir di semua kitab
suci agama ada petunjuk yang menegaskan hal ini, hanya saja waktu tepatnya mengenai
tahun,bulan,dan hari dimaksud tidak dijelaskan secara terperinci karena itu
hanya adalah misteri yang membuat drama kehidupan ini akan tampak lebih
mengesankan. Namun begitu, kitab suci juga secara jelas menggambarkan
bahwasannya berbagai bencana alam yang timbul karena kemerosotan ahlak manusia
dan juga disimpangkannya prinsip-prinsip dasar kebenaran akan menjadi pertanda
awal dimulainya hari penghakiman akhirat bagi mahluk yang bernama manusia. Dalam
keyakinan hindu sendiri, kata kiamat bisa disamakan dengan istilah Pralaya. Namun
kata pralaya inipun masih terbagi menjadi 2 bagian yakni Mahapralaya yang akan
muncul pada akhir jaman dan pralaya
yang sering kali kita alami dalam kehidupan (bencana-bencana kecil yang tidak
membawa efek global bagi semesta raya). Mahapralaya sendiri menurut keyakinan
hindu akan datang pada masa-masa terakhir perputaran jaman Kali yang
diperkirakan berumur selama 432.000 tahun. Jika Kali yuga dimulai dari tahun 3102 SM berarti manusia sekarang baru
menginjak masa yang ke 5114 tahun dari total waktu 432.000 tahun yang
dijanjikan. Namun dalam rentang tahun dimaksud, tentu akan ada beberapa fase
pralaya mini yang akan terjadi guna mengurangi beban bhumi yang sangat berat
oleh kegiatan manusia jaman Kali yang sangat banyak menyimpang dari aturan
sastra dan isi kitab-kitab suci agama. Demikian halnya dengan “Kiamat akhir
jaman’ yang diperkenalkan dalam islam adalah merupakan sebuah rangkaian bencana
yang sifatnya mengglobal terjadi di hampir seluruh permukaan bhumi.
Lalu bagaimana
hubungannya dengan ramalan kiamat 2012? Sungguhkah hari ini di tanggal 12 bulan
12 tahun 2012 yang bisa dikatakan merupakan rentetan angka yang sama akan
menjadi hari naas bagi kalangan manusia ? nyatanya sampai menit ini tak ada
tanda-tanda yang bisa menguatkan bahwa sebuah kemalangan akan membayangi
langkah manusia.
Prediksi atau ramalan
adalah sebuah penggambaran tentang masa depan oleh beberapa orang yang memiliki
kemampuan untuk mengolah indera keenamnya walau tak bisa dipungkiri juga
bahwasannya banyak ramalan yang muncul dari kaum spekulan yang hanya bermain
gotak gatik dengan menghubungkan hal dimaksud dengan sebuah penanggalan yang
dirasa unik. Bukankah dari dulu ramalan semacam ini selalu muncul walau
akhirnya memang tidak pernah terbukti sama sekali. Sebagai contoh tanggal 9
bulan 9 tahun 1999, tanggal 01 bulan 01 tahun 2001, dan seterusnya yang
memiliki kesamaan angka dari hari,bulan,dan tahunnya sebagimana pula dengan
penanggalan hari ini di tanggal 12 bulan 12 tahun 2012. Tapi jika kita mau
sedikit merenungi kenapa dari sekian banyaknya kesamaan itu justru tahun 2012
lah yang paling menjadi topik hangat untuk dipelajari sampai-sampai Kiamat 2012
ini diilustrasikan dalam sebuah film spektakuler dengan tajuk yang sama. apakah
hanya karena ditemukannya catatan mengenai hal ini dalam kehidupan suku maya? Ternyata
jika direnungkan kembali, adalah masuk akal juga bahwa tahun ini dijadikan
tahun terakhir bagi penanggalan suku maya dimaksud karena tidakkah setelah
tahun 2012 ini maka kesamaan angka antara hari,bulan,dan tanggal itu memang
tidak akan terjadi lagi karena hitungan bulan hanya sampai pada angka 12 yang
mewakili bulan akhir atau Desember. Kita tidak akan pernah menemukan tanggal 13
bulan 13 tahun 2013 atau yang lainnya sampai pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2099,
atau pada awal tahun 2101 di bulan 01 pada tanggal 01.
Terlepas dari misteri
angka ini, awal tulisan yang coba saya postingkan di rentetan angka sejenis yakni
12-12-2012 sebenarnya lebih saya tujukan sebagai bahan renungan untuk hidup
kita sekarang dan juga kelangsungannya di dunia akhirat. Maksudnya adalah bahwa
dimanapun kehidupan itu berlangsung, maka tentu ia akan memerlukan fasilitas
penunjang baginya walaupun bentuknya sudah tidak lagi sama. kalau kehidupan di
dunia lebih mengutamakan fasilitas penunjang hidup yang berupa material dan
sifatnya konkret (Bisa dideteksi oleh kelima indera seperti mata, telinga,
hidung, kulit, dan mulut) maka fasilitas penunjang hidup di dunia akhirat
setelah badan yang kita tempati ini mati, akan lebih banyak bersifat abstrak. Nah
sejauh manakah usaha kita untuk mencari,mengumpulkan, dan mampu menggunakan
fasilitas hidup ini? Karena tentu akan menjadi sebuah kekonyolan jika segala
usaha yang kita kerjakan sampai mati-matian akhirnya tidak bisa dinikmati atau
dipergunakan tepat pada saat yang diperlukan. Misalnya dari hari ke hari kita
selalu disibukkan oleh rutinitas kerja yang begitu melelahkan demi sebuah peningkatan
karir maupun gaji dan tunjangan namun akhirnya semua itu tidak bisa ternikmati
ketika tanpa kita kehendaki dan tanpa kita sadari “Kontrak hidup kita di bhumi
ternyata sudah habis sehingga harus dijemput paksa oleh Malaikat maut”
bayangkan betapa menyedihkannya keadaan ini “Dipaksa pulang tanpa persiapan
apa-apa lantaran setiap hari waktunya dihabiskan dalam kegiatan mengejar dan
mengumpulkan materi”
Beranjak dari hal inilah
maka saya ingin berbagi sebuah renungan singkat bahwasannya Tidaklah menjadi
masalah besar jika kita menaruh kepercayaan pada ramalan akan datangnya hari
kiamat ini, sehingga kita bisa melakukan persiapan lebih dini untuk
menyambutnya karena walaupun akhirnya bencana yang diprediksi itu nyatanya
tidak pernah muncul, kita tidak akan dirugikan apa-apa. Daripada tidak
mempercayainya sama sekali dan menganggap itu hanya pernyataan orang gila yang
kurang kerjaan, lalu kita tenggelam dalam glamornya kehidupan materi tanpa
menyiapkan apa-apa (Bekal spiritual karma atau amalan baik) lalu ternyata hari
bencana kiamat yang diprediksi itu datang di hadapan kita secara tiba-tiba. Masih
cukupkah waktu bagi kita untuk menyiapkan segala sesuatunya yang tidak bisa
dilakukan dalam sekejap mata?. Bencana apakah itu bernama kiamat besar atau
kematian adalah hal pasti yang harus kita hadapi entah esok atau lagi beberapa
tahun lagi. Kematian datang tanpa membawa kabar, ia tidak mengenal usia, waktu,
tempat, maupun keadaan. Kalau ia mau datang, ia pasti akan datang tanpa bisa
dihalangi oleh siapapun. Maka janganlah berpikir bahwasannya saat ini saya
masih muda dan masih cukup waktu untuk menikmati hidup duniawi sebelum akhirnya
dijemput Malaikat maut pada usia uzur. Ingatlah sebagaimana pepatah mengatakan
bahwasannya tidak mesti buah kelapa yang paling tua yang akan jatuh duluan
karena seringkali terjadi bahwasannya buah kelapa yang masih kecil atau yang
mudapun akan terjatuh jika memang saatnya ia terjatuh. Artinya usia bukanlah
penentu bagi datangnya kematian. Ia tidak hanya datang kepada orang-orang tua
yang telah lanjut usia lalu tidak begitu tertarik dengan usia muda apalagi yang
masih kecil. Kalau begitu halnya, lalu bagaimana dengan peristiwa mati muda
karena tabrakan, mati dalam kandungan, atau mati dalam usia dini karena ragam
penyakit? Karenanya mulailah hari ini sebagai tonggak awal guna menyisihkan
waktu dari sekian padatnya aktivitas material duniawi yang kita lakukan untuk
merenungi nilai hidup yang telah diberikan Tuhan kepada kita sebagai manusia. Mari
pergunakan hal itu untuk memuji kebesaran-Nya, Berterima kasih pada-Nya, menjauhi
larangan-Nya, lalu melakukan apa yang diperintahkan-Nya sebab kiamat yang
dijanjikan itu tak pernah kita tahu pasti kapan munculnya. Mungkinkah hari ini,
antara tanggal 20 dan 21 sebagaimana ramalan suku maya, ataukah pada tanggal
23,24, dan 25 sebagaimana prediksi Nasa tentang munculnya badai matahari yang
akan menghantam bhumi. (No body Know). Selanjutnya terserah kepada anda Won’t
you Believe or Not


Tidak ada komentar:
Posting Komentar