Rabu, 12 Desember 2012

Menghitung hari datangnya kiamat



Sebagaimana beberapa prediksi yang pernah muncul dalam perbincangan publik bahwasannya di suatu waktu, alam akan mempertunjukkan kepada seluruh mahluk di bhumi khususnya lagi kepada manusia tentang betapa parahnya kondisi ibu bhumi yang telah menopang kehidupan seluruh jagat raya ini yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri yang dengan sengaja maupun tidak telah membebani bhumi dengan kegiatannya yang melanggar Dharma atau kebenaran sejati.
Maka demikianlah, berbagai ramalan akhirnya dimunculkan menyusul terjadinya berbagai bencana alam seperti angin topan, badai salju, gunung meletus, gempa, tsunami,dll yang mana hal demikian menjadi salah satu pertanda akan datangnya hari kiamat seperti yang disuratkan dalam berbagai kitab suci agama. Namun benarkah hari kiamat itu ada ? jawaban yang bisa saya berikan adalah “Ya!” karena hampir di semua kitab suci agama ada petunjuk yang menegaskan hal ini, hanya saja waktu tepatnya mengenai tahun,bulan,dan hari dimaksud tidak dijelaskan secara terperinci karena itu hanya adalah misteri yang membuat drama kehidupan ini akan tampak lebih mengesankan. Namun begitu, kitab suci juga secara jelas menggambarkan bahwasannya berbagai bencana alam yang timbul karena kemerosotan ahlak manusia dan juga disimpangkannya prinsip-prinsip dasar kebenaran akan menjadi pertanda awal dimulainya hari penghakiman akhirat bagi mahluk yang bernama manusia. Dalam keyakinan hindu sendiri, kata kiamat bisa disamakan dengan istilah Pralaya. Namun kata pralaya inipun masih terbagi menjadi 2 bagian yakni Mahapralaya yang akan muncul pada akhir jaman dan    pralaya yang sering kali kita alami dalam kehidupan (bencana-bencana kecil yang tidak membawa efek global bagi semesta raya). Mahapralaya sendiri menurut keyakinan hindu akan datang pada masa-masa terakhir perputaran jaman Kali yang diperkirakan berumur selama 432.000 tahun. Jika Kali yuga dimulai dari tahun  3102 SM berarti manusia sekarang baru menginjak masa yang ke 5114 tahun dari total waktu 432.000 tahun yang dijanjikan. Namun dalam rentang tahun dimaksud, tentu akan ada beberapa fase pralaya mini yang akan terjadi guna mengurangi beban bhumi yang sangat berat oleh kegiatan manusia jaman Kali yang sangat banyak menyimpang dari aturan sastra dan isi kitab-kitab suci agama. Demikian halnya dengan “Kiamat akhir jaman’ yang diperkenalkan dalam islam adalah merupakan sebuah rangkaian bencana yang sifatnya mengglobal terjadi di hampir seluruh permukaan bhumi.
Lalu bagaimana hubungannya dengan ramalan kiamat 2012? Sungguhkah hari ini di tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 yang bisa dikatakan merupakan rentetan angka yang sama akan menjadi hari naas bagi kalangan manusia ? nyatanya sampai menit ini tak ada tanda-tanda yang bisa menguatkan bahwa sebuah kemalangan akan membayangi langkah manusia.


Prediksi atau ramalan adalah sebuah penggambaran tentang masa depan oleh beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk mengolah indera keenamnya walau tak bisa dipungkiri juga bahwasannya banyak ramalan yang muncul dari kaum spekulan yang hanya bermain gotak gatik dengan menghubungkan hal dimaksud dengan sebuah penanggalan yang dirasa unik. Bukankah dari dulu ramalan semacam ini selalu muncul walau akhirnya memang tidak pernah terbukti sama sekali. Sebagai contoh tanggal 9 bulan 9 tahun 1999, tanggal 01 bulan 01 tahun 2001, dan seterusnya yang memiliki kesamaan angka dari hari,bulan,dan tahunnya sebagimana pula dengan penanggalan hari ini di tanggal 12 bulan 12 tahun 2012. Tapi jika kita mau sedikit merenungi kenapa dari sekian banyaknya kesamaan itu justru tahun 2012 lah yang paling menjadi topik hangat untuk dipelajari sampai-sampai Kiamat 2012 ini diilustrasikan dalam sebuah film spektakuler dengan tajuk yang sama. apakah hanya karena ditemukannya catatan mengenai hal ini dalam kehidupan suku maya? Ternyata jika direnungkan kembali, adalah masuk akal juga bahwa tahun ini dijadikan tahun terakhir bagi penanggalan suku maya dimaksud karena tidakkah setelah tahun 2012 ini maka kesamaan angka antara hari,bulan,dan tanggal itu memang tidak akan terjadi lagi karena hitungan bulan hanya sampai pada angka 12 yang mewakili bulan akhir atau Desember. Kita tidak akan pernah menemukan tanggal 13 bulan 13 tahun 2013 atau yang lainnya sampai pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2099, atau pada awal tahun 2101 di bulan 01 pada tanggal 01.
Terlepas dari misteri angka ini, awal tulisan yang coba saya postingkan di rentetan angka sejenis yakni 12-12-2012 sebenarnya lebih saya tujukan sebagai bahan renungan untuk hidup kita sekarang dan juga kelangsungannya di dunia akhirat. Maksudnya adalah bahwa dimanapun kehidupan itu berlangsung, maka tentu ia akan memerlukan fasilitas penunjang baginya walaupun bentuknya sudah tidak lagi sama. kalau kehidupan di dunia lebih mengutamakan fasilitas penunjang hidup yang berupa material dan sifatnya konkret (Bisa dideteksi oleh kelima indera seperti mata, telinga, hidung, kulit, dan mulut) maka fasilitas penunjang hidup di dunia akhirat setelah badan yang kita tempati ini mati, akan lebih banyak bersifat abstrak. Nah sejauh manakah usaha kita untuk mencari,mengumpulkan, dan mampu menggunakan fasilitas hidup ini? Karena tentu akan menjadi sebuah kekonyolan jika segala usaha yang kita kerjakan sampai mati-matian akhirnya tidak bisa dinikmati atau dipergunakan tepat pada saat yang diperlukan. Misalnya dari hari ke hari kita selalu disibukkan oleh rutinitas kerja yang begitu melelahkan demi sebuah peningkatan karir maupun gaji dan tunjangan namun akhirnya semua itu tidak bisa ternikmati ketika tanpa kita kehendaki dan tanpa kita sadari “Kontrak hidup kita di bhumi ternyata sudah habis sehingga harus dijemput paksa oleh Malaikat maut” bayangkan betapa menyedihkannya keadaan ini “Dipaksa pulang tanpa persiapan apa-apa lantaran setiap hari waktunya dihabiskan dalam kegiatan mengejar dan mengumpulkan materi”
Beranjak dari hal inilah maka saya ingin berbagi sebuah renungan singkat bahwasannya Tidaklah menjadi masalah besar jika kita menaruh kepercayaan pada ramalan akan datangnya hari kiamat ini, sehingga kita bisa melakukan persiapan lebih dini untuk menyambutnya karena walaupun akhirnya bencana yang diprediksi itu nyatanya tidak pernah muncul, kita tidak akan dirugikan apa-apa. Daripada tidak mempercayainya sama sekali dan menganggap itu hanya pernyataan orang gila yang kurang kerjaan, lalu kita tenggelam dalam glamornya kehidupan materi tanpa menyiapkan apa-apa (Bekal spiritual karma atau amalan baik) lalu ternyata hari bencana kiamat yang diprediksi itu datang di hadapan kita secara tiba-tiba. Masih cukupkah waktu bagi kita untuk menyiapkan segala sesuatunya yang tidak bisa dilakukan dalam sekejap mata?. Bencana apakah itu bernama kiamat besar atau kematian adalah hal pasti yang harus kita hadapi entah esok atau lagi beberapa tahun lagi. Kematian datang tanpa membawa kabar, ia tidak mengenal usia, waktu, tempat, maupun keadaan. Kalau ia mau datang, ia pasti akan datang tanpa bisa dihalangi oleh siapapun. Maka janganlah berpikir bahwasannya saat ini saya masih muda dan masih cukup waktu untuk menikmati hidup duniawi sebelum akhirnya dijemput Malaikat maut pada usia uzur. Ingatlah sebagaimana pepatah mengatakan bahwasannya tidak mesti buah kelapa yang paling tua yang akan jatuh duluan karena seringkali terjadi bahwasannya buah kelapa yang masih kecil atau yang mudapun akan terjatuh jika memang saatnya ia terjatuh. Artinya usia bukanlah penentu bagi datangnya kematian. Ia tidak hanya datang kepada orang-orang tua yang telah lanjut usia lalu tidak begitu tertarik dengan usia muda apalagi yang masih kecil. Kalau begitu halnya, lalu bagaimana dengan peristiwa mati muda karena tabrakan, mati dalam kandungan, atau mati dalam usia dini karena ragam penyakit? Karenanya mulailah hari ini sebagai tonggak awal guna menyisihkan waktu dari sekian padatnya aktivitas material duniawi yang kita lakukan untuk merenungi nilai hidup yang telah diberikan Tuhan kepada kita sebagai manusia. Mari pergunakan hal itu untuk memuji kebesaran-Nya, Berterima kasih pada-Nya, menjauhi larangan-Nya, lalu melakukan apa yang diperintahkan-Nya sebab kiamat yang dijanjikan itu tak pernah kita tahu pasti kapan munculnya. Mungkinkah hari ini, antara tanggal 20 dan 21 sebagaimana ramalan suku maya, ataukah pada tanggal 23,24, dan 25 sebagaimana prediksi Nasa tentang munculnya badai matahari yang akan menghantam bhumi. (No body Know). Selanjutnya terserah kepada anda Won’t you Believe or Not

Tidak ada komentar:

Posting Komentar