Dari
kesembilan langkah dalam latihan spiritual yang dibabarkan dalam kitab Bhakti
Sutra (Aphorisme mengenai bhakti) untuk membawa manusia menuju kesadaran diri
sejati, maka dasyam atau sikap mengabdi dan melayani sebagai langkah ketujuh
sudah dekat dengan tujuan terakhir. pengkajian kitab suci, meninggalkan
kemewahan duniawi berupa harta benda untuk kemudian disumbangkan sebagai amal,
ataupun pengulang-ulangan nama suci Tuhan,merupakan latihan yang baik guna
menyucikan pikiran dan untuk mencegah agar manusia tidak terjerumus ke dalam
jalan yang sesat yang bisa membawa kehancuran.
tetapi kegiatan ini jarang yang
bisa memurnikan hati manusia atau sampai menimbulkan Chitta sudhhi. sebaliknya
hal demikian seringkali menggelembungkan ego, membuat orang merasa bangga,
serta bersaing ingin menjadi yang lebih unggul. misalnya seseorang setelah
menyumbangkan dananya untuk pembangunan tempat ibadah dalam jumlah yang
besar terperdaya oleh kebanggaan setelah namanya disebut dalam nama
donatur penting serta ditulis dalam papan informasi yang besar sehingga semua
orang dapat melihatnya. ataupun ketika seseorang telah begitu fasih melantunkan
kidung-kidung suci dengan suara yang bangus merasa diri bahwa ia telah
mengungguli orang lain dalam hal olah vokal ataupun menguasai kidung-kidung
suci yang banyak. terperdaya oleh kebanggaan dan ego. tapi dalam hal
pelayanan,rasa bangga dan keegoan ini justru ditekan bahkan dihilangkan sama
sekali sebab ketika kita sedang melakukan pelayanan khususnya kepada mereka
yang kurang beruntung, kita akan ditempa oleh keadaan untuk ikut merasakan
kesusahan atau penderitaan dari orang yang kita bantu sehingga disana akan
timbul rasa syukur bahwasannya selama ini kita telah dikarunia keberuntungan.
selain itu, selama dalam proses pelayanan hati kita juga akan digerakkan untuk
menanggalkan berbagai atribut yang melekat pada badan seperti jabatan,rasa
gengsi,dan status sosial lainnya. kita mencabut ego itu sampai keakarnya dan
mencampakkannya. kita akan mengabaikan kedudukan, kesombongan, nama. serta
wujud sehingga hati kita menjadi murni (Purity) karena dalam pelayanan ini
semua akan berbaur menjadi satu kesatuan (Unity) untuk berbagi rasa suka dan
duka.inilah yang dimaksud dengan Sadhana Seeva (melayani atau menolong mahluk
lain sebagi bentuk dari latihan spiritual)
Tugas
apapun yang engkau lakukan, tinggalkanlah individualitas pribadimu dan
berbahagialah dengan Tuhan dalam kerja keras dan aneka kesulitan, hasil, dan
juga manfaatnya. engkau tidak perlu mendatangkan Tuhan dari suatu tempat diluar
dirimu. Tuhan ada dalam dirimu sepanjang waktu. Rahmat dan Karunia Tuhan akan
dengan sendirinya hadir jika engkau selalu ingat bahwa setiap pelayanan atau
pertolongan yang engkau lakukan hanyalah untuk menyenangkan Tuhan (sarwa karma
Bhagavat Prityartham)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar