Rabu, 12 Desember 2012

Peduli sesama



Dari kesembilan langkah dalam latihan spiritual yang dibabarkan dalam kitab Bhakti Sutra (Aphorisme mengenai bhakti) untuk membawa manusia menuju kesadaran diri sejati, maka dasyam atau sikap mengabdi dan melayani sebagai langkah ketujuh sudah dekat dengan tujuan terakhir. pengkajian kitab suci, meninggalkan kemewahan duniawi berupa harta benda untuk kemudian disumbangkan sebagai amal, ataupun pengulang-ulangan nama suci Tuhan,merupakan latihan yang baik guna menyucikan pikiran dan untuk mencegah agar manusia tidak terjerumus ke dalam jalan yang sesat yang bisa membawa kehancuran. 
tetapi kegiatan ini jarang yang bisa memurnikan hati manusia atau sampai menimbulkan Chitta sudhhi. sebaliknya hal demikian seringkali menggelembungkan ego, membuat orang merasa bangga, serta bersaing ingin menjadi yang lebih unggul. misalnya seseorang setelah menyumbangkan dananya untuk pembangunan tempat ibadah dalam jumlah yang besar  terperdaya oleh kebanggaan setelah namanya disebut dalam nama donatur penting serta ditulis dalam papan informasi yang besar sehingga semua orang dapat melihatnya. ataupun ketika seseorang telah begitu fasih melantunkan kidung-kidung suci dengan suara yang bangus merasa diri bahwa ia telah mengungguli orang lain dalam hal olah vokal ataupun menguasai kidung-kidung suci yang banyak. terperdaya oleh kebanggaan dan ego. tapi dalam hal pelayanan,rasa bangga dan keegoan ini justru ditekan bahkan dihilangkan sama sekali sebab ketika kita sedang melakukan pelayanan khususnya kepada mereka yang kurang beruntung, kita akan ditempa oleh keadaan untuk ikut merasakan kesusahan atau penderitaan dari orang yang kita bantu sehingga disana akan timbul rasa syukur bahwasannya selama ini kita telah dikarunia keberuntungan. selain itu, selama dalam proses pelayanan hati kita juga akan digerakkan untuk menanggalkan berbagai atribut yang melekat pada badan seperti jabatan,rasa gengsi,dan status sosial lainnya. kita mencabut ego itu sampai keakarnya dan mencampakkannya. kita akan mengabaikan kedudukan, kesombongan, nama. serta wujud sehingga hati kita menjadi murni (Purity) karena dalam pelayanan ini semua akan berbaur menjadi satu kesatuan (Unity) untuk berbagi rasa suka dan duka.inilah yang dimaksud dengan Sadhana Seeva (melayani atau menolong mahluk lain sebagi bentuk dari latihan spiritual) 

Tugas apapun yang engkau lakukan, tinggalkanlah individualitas pribadimu dan berbahagialah dengan Tuhan dalam kerja keras dan aneka kesulitan, hasil, dan juga manfaatnya. engkau tidak perlu mendatangkan Tuhan dari suatu tempat diluar dirimu. Tuhan ada dalam dirimu sepanjang waktu. Rahmat dan Karunia Tuhan akan dengan sendirinya hadir jika engkau selalu ingat bahwa setiap pelayanan atau pertolongan yang engkau lakukan hanyalah untuk menyenangkan Tuhan (sarwa karma Bhagavat Prityartham)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar